BEM Universitas Abulyatama Perkenalkan Paving Block dari Limbah Kaca Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul BEM Universitas Abulyatama Perkenalkan Paving Block dari Limbah Kaca
Tim dosen bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Abulyatama telah memperkenalkan sebuah inovasi ramah lingkungan berupa paving block yang diproduksi menggunakan bahan dasar limbah kaca. Kegiatan ini, yang mengusung tema "Penerapan Teknologi Tepat Guna Pengolahan Limbah dan Pemberdayaan Gampong Menuju Gampong Mandiri dan Berkelanjutan," dipusatkan di Gampong Ajee Pagar Air, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, belum lama ini. Dosen Pembimbing, Dr. Ir. Cut Rahmawati, MT, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan perwujudan kepedulian kampus terhadap isu lingkungan sekaligus upaya untuk mengimplementasikan hasil riset dan inovasi teknologi kepada masyarakat. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari BEM empat fakultas, yaitu: Fakultas Teknik (FT), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dan Fakultas Pertanian (FP). Para mahasiswa mendemonstrasikan secara langsung cara pengoperasian mesin penghancur limbah kaca, diikuti dengan proses pencampuran bahan dan pencetakan paving block. Blok paving ini unik karena tidak menggunakan pasir alam, melainkan pasir buatan yang berasal dari limbah kaca. Hasil produk paving block ini memiliki kualitas yang memadai dan direkomendasikan untuk digunakan sebagai penutup permukaan di berbagai area perkotaan, seperti lahan parkir, taman, dan jalur pedestrian. T. Darnis, SH, selaku Keuchik Gampong Ajee Pagar Air, menyambut baik program pengabdian ini. Ia menyampaikan apresiasi kepada Universitas Abulyatama karena telah memberikan wawasan dan keahlian baru kepada para pemuda desa. Melalui penerapan ilmu pengetahuan yang memberikan dampak nyata, mahasiswa Abulyatama menegaskan kembali komitmen mereka dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan memajukan masyarakat. Tujuannya adalah menciptakan kehidupan yang lebih berdikari (mandiri), produktif, dan berwawasan lingkungan. Keuchik berharap, "Inisiatif ini dapat menjadikan Gampong Ajee Pagar Air sebagai teladan gampong mandiri dan berkelanjutan, serta menjadi sumber inspirasi bagi daerah lain untuk memanfaatkan teknologi aplikatif berbasis potensi lokal mereka."